Minggu, 24 Februari 2013

Topologi bus


Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang digunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang digunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Ciri-ciri
1.    Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris
2.    Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal/komputer
3.    Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena hanya bisa digunakan oleh satu komputer
4.    Kabel “cut” dan digunakan konektor BNC tipe T
5.    Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor
6.    Jika kabel putus maka komputer lain tidak dapat berkomunikasi dengan lain
7.    Susah melakukan pelacakan masalah
8.    Discontinue Support.
Keunggulan dan kelemahan
·         Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
·         Hemat kabel.
·         Layout kabel sederhana.
·         Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
·         Kepadatan pada jalur lalu lintas.
·         Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

Topologi cincin



Topologi cincin
 adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.
Pada Topologi cincin, masing-masing titik/node berfungsi sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh TOKEN.
TOKEN berisi informasi bersamaan dengan data yang berasal dari komputer sumber, token kemudian akan melewati titik/node dan akan memeriksa apakah informasi data tersebut digunakan oleh titik/node yang bersangkutan, jika ya maka token akan memberikan data yang diminta oleh node untuk kemudian kembali berjalan ke titik/node berikutnya dalam jaringan. Jika tidak maka token akan melewati titik/node sambil membawa data menuju ke titik/node berikutnya. proses ini akan terus berlangsung hingga sinyal data mencapi tujuannya.
Dengan cara kerja seperti ini maka kekuatan sinyal dalam aliran data dapat terjaga. Kemampuan sinyal data dalam melakukan perjalanan disepanjang lingkaran adalah hal yang sangat vital dalam Topologi cincin.
Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.

Kelebihan
·         Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
·         Memiliki performa yang lebih baik ketimbang topologi bus, bahkan untuk aliran data yang berat sekalipun.
·         Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
·         Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point
·         Hemat kabel
·         Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data
Kelemahan
·         Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
·         Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
·         Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat pada jaringan.
·         Lebih sulit untuk dikonfigurasi ketimbang Topologi bintang
·         Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
·         Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles

Topologi Pohon


Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer.
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul atau node. Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh,perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Topologi bintang


Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
·         Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
·         Tingkat keamanan termasuk tinggi.
·         Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
·         Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
·         Akses Kontrol terpusat.
·         Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan.
·         Paling fleksibel.
Kekurangan          
·         Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
·         Boros dalam pemakaian kabel.
·         HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
·         Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down.
·         Jaringan tergantung pada terminal pusat.
·         Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
·         Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

Topologi jaringan


Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu nodelink, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 6 kategori utama seperti di bawah ini.
·         Topologi bintang
·         Topologi cincin
·         Topologi bus
·         Topologi jala
·         Topologi pohon
·         Topologi linier
Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna. Topologi-topologi ini sering kita temui di kehidupan sehari-hari, namun kita tak menyadarinya. Topologi pertama yang digunakan adalah topologi bus. Semua Topologi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Coba klik di Topologi di atas.   

Senin, 18 Februari 2013

Perangkat keras jaringan komputer

Perangkat keras jaringan komputer – sama dengan perangkat keras komputer, perangkat keras jaringan komputer adalah perangkat / hardware yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan jaringan komputer baik untuk lokal atau untuk kebutuhan secara luas seperti internet. Untuk lebih memahami masalah jaringan komputer silahkan baca postingan "macam-macam jaringan komputer".

Perangkat keras jaringan komputer dan fungsinya
  1. Komputer Server – adalah bagian terpenting dari perangkat keras jaringan komputer, server banyak digunakan untuk berbagai fungsi misalanya sebagai webserver,ftp server, untuk tingkat yang lebih tinggi server bisa di modifikasi sampai ke firewall server,proxy server, router (rooting) , bandwidth management dan masih banyak lagi fungsi dari server pada sebuah jaringan komputer. Tetapi fungsi utama dari server adalah mengatur komunikasi data antara sesama client Baik pada file sharing ataupun pembagian koneksi internet.
  2. Komputer Client – sama dengan server, komputer client hampir sama dengan server, jika komputer client tidak ada maka secara keseluruhan jaringan komputer tidak akan lengkap. Komputer client adalah komputer yang terhubung dengan server untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan umumnya di tetapkan oleh server induk, misalnya pada pengaplikasian perkantoran komputer client digunakan sebagai tempat menginput data untuk kebutuhan server. Jadi secara keseluruhan komputer client yang terhubung bisa di sebut sebagai Workstations.
  3. Network Interface Cards (NIC)  NIC atau lancard dalam bahasa indonesia adalah kartu jaringan adalah perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan antar komputer, NIC secara fisik dibagi menjadi dua yaitu, Lancard internal yang sudah terintegrasi dengan mainboard dan lancard external dalam bentuk terpisah dan dipasang pada PCI slot mainboard. Yang paling penting dari Network Interfaca card adalah terdapat MAC Address sebagai identitas pembeda dari tiap perangkat, untuk penjelasan lebih lanjut akan di bahas lebih lanjut,
  4. Modem – kebanyak modem digunakan sebagai penerima data dari luar jaringan, cara kerja modem (Modulation demodulation) adalah mengubah sinyal analog jadi digital atau sebaliknya. Sebagai contoh penggunaan modem adalah modem ADSL pada telkom speedy yang digunakan untuk terhubung ke HUB internasional melalui perantara jaringan telkom. Atau modem VSAT, modem portable seperti pada modem GSM dan sebagainya. penggunaan modem selalu merunut pada jenis koneksi yang digunakan, jika menggunakan jaringan VSAT harus menggunakan modem yang support dengan jaringan itu, begitu juga jika menggunakan jaringan ADSL dan sebagainya.
  5. Kabel UTP dan RJ45 -  kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah salah satu Perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan perangkat keras lainnya, misalnya menghubungkan modem – NIC atau pun ke server, atau menghubungkan semua perangkat keras jaringan yang ada.
  6. Kabel fiber optic –  FO atau fiber optic fungsinya sama dengan kabel UTP tetapi mempunyai tujuan yang sedikit berbeda. Fiber optic mampu melewatkan data sekitar 100 Mbps sesuatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh kabel UTP, tetapi biaya pemasanganya terbilang mahal. Oleh karena itu itu kabel FO umumnya digunakan oleh perusahaan besar dan digunakankan untuk jarak yang lebih jauh. Di indonesia selain menggunkan VSAT untuk menguhubungkan internet antara pulau juga menggunakan kabel fiber optic bawah laut.
  7. HUB – adalah alat perangkat keras jaringan komputer yang digunakan untuk menghubungkan perangkat keras lainnya melalu kabel UTP atau lainnya.
  8. Acces point – tujuannya sama dengan Kabel UTP atau atau kabel fiberoptic Cuma digunakan dalam skala dan media yang berbeda. Access point di gunakan untuk menghubungkan perangkat keras jaringan komputer serpeti server atau modem ke komputer client melalui jaringan udara, umumnya di sebut wireless atau wifi.
  9. Repeaters – adalah alat yang digunakan untuk memperkuat signal, contoh pada jaringan LAN menggunakan kabel dengan jarak lebih dari 100 meter, pada kondisi seperti ini data yang di kirim dari server tidak akan sampai ke komputer client, oleh karena itu di butuhkan alat repeaters untuk memperkuat signal yang dipasang antara komputer client dan server atau HUB tujuan.
Masih banyak perangkat keras jaringan komputer lainnya yang sering digunakan saat ini, tetapi secara garis besar 9 perangkat keras jaringan komputer di atas sudah bisa mewakili dari beberapa perangkat keras jaringaan lainnya, saat ini perangkat keras jaringan kebanyak di paketkan dalam satu produk sehinggang lebih praktis, misalnya modem biasanya selain berfungsi sebagai modem, juga sudah bisa sebagai hub, router dan terkadang menggunakan akses point sebagai pelempar signal.

Minggu, 17 Februari 2013

Pengetahuan Dasar Jaringan Komputer

Saya yakin kita semua pasti sering mendengar tentang jaringan komputer. Tapi tidak banyak orang yang ingin untuk mengetahui nya lebih dalam. Taukah anda jika seorang ahli jaringan salah satu yang sering saya dengar adalah Network Administrator sekarang dihargai begitu tinggi dan memiliki peranan yang sangat penting dalam satu perusahaan, bukan hanya untuk perusahaan yang bekerja di bidang IT. Tentu saja bagi yang sudah memiliki jam terbang tinggi bisa dibilang sudah berpengalaman memiliki gaji yang lumayan tinggi. Ok cukup basa-basinya.

Jaringan komputer adalah himpunan “interkoneksi” antara 2 komputer autonomous atau lebih yang terhubung dengan media transmisi kabel atau nirkabel (wireless) . Autonomous artinya tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh)

Jadi  dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti file, printer, media penyimpanan.

Sekedar informasi :

Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut node.

Di dalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antarnode (komputer), yakni :

1. Peer to Peer

Peer artinya rekan sekerja. Peer to peer adalah suatu model di mana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain. Jika anda pernah mencoba melakukan download via torrent dengan aplikasi pendukung tentunya (BitTorrent, utorrent), maka anda tentu sudah pernah mendengar istilah peer to peer ini. Ya karena memang salah satu contoh dari koneksi dengan sistem peer to peer adalah torrent.

2. Client – Server

Selain pada jaringan lokal, sistem ini juga bisa diterapkan dengan teknologi internet di mana ada suatu unit komputer yang berfungsi sebagai server yang hanya memberikan layanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client bisa saja merupakan resource yang tersedia di server atau aplikasi yang di-install di sisi client namun hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server.

Jenis layanan Client – Server :

1. File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file

2. Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan

3. Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat meminta pelayanan

4. DIP ( Document Information Processing) : memberikan pelayan fungsi penyimpanan, manajemen, dan pengambilan data.

Jenis Interkoneksi berdasarkan Jarak Antar Node

1. Local Area Network (LAN)

Umunya dibatasi oleh area lingkungan, seperti sebuah rumah, kantor perusahaan, atau sekolah . Biasanya jarak antar node kurang dari 200 m

2. Metropolitan Area Network (MAN)

Meliputi area yang lebih besar lagi, misalnya antar gedung dalam satu wilayah/daerah

3. Wide Area Network (WAN)

Biasanya jenis ini menggunakan media wireless, sarana satelit, ataupun kabel serat optic, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antarkota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau area/wilayah otoritas negara lain.

Sebagai contoh, jaringan komputer antara kantor City Bank di Indonesia dengan yang ada di negara lain.

Tentunya jaringan WAN ini jauh lebih kompleks dan rumit dibanding MAN dan LAN

Tabel Jenis Jaringan berdasarkan Jarak Antarnode

Jarak Antar Komputer Lokasi/Area Jenis Jaringan
1 – 10 m Ruangan Local Area Network
100 <= 1 km Gedung Perkantoran
1 – 10 km Kota Metropolitan Area Network
10 <= 100 km Kabupaten, Provinsi
>= 100 km Negara Wide Area Network
>= 1000 km Benua
>= 10000 km Planet Internet